Ramadan tahun 2015 ini berasa berbeda dengan Ramadan tahun-tahun
sebelumnya karena saya harus dipindahkan ke lokasi yang baru, teman baru dan
lingkungan baru. Nama saya Rudi, umur saya 26 tahun, lokasi saya di demak jawa
tengah. Saya adalah anak perantauan dari kota kecil dan terpencil di jepara
tepatnya di desa pendem kec. Kembang kab. Jepara mungkin tidak banyak orang
yang tau tempat kelahiran saya itu, karena desa itu sangat terpencil dan jauh
dari perkotaan.
Ramadan tahun ini saya mempunyai
tempat kerja baru dan Rumah baru saya karena saya harus bekerja dan
beristirahat untuk melepas lelah setelah kerja seharian ditempat itu juga,
mungkin sebagian orang melihatnya sangat boring dan jenuh jika berkerja dan
beristirahat di te2mpat yang sama, emang iya, tapi karena sudah tuntutan kerja
mau gimana lagi, mau pindah kerja juga belum tentu dapat, sudah lagi cari kerja
sekarang, makanya saya anggap aja tempat kerja baru saya ini sebagai Rumah saya sendiri.
Ditempat kerja saya ini saya cuma
mempunyai satu teman aja itu pun dia kerja disini sebagai tukang bersih-bersih
saja, makanya tidak banyak yang dia kerjakan disini, pagi sore bersih-bersih
lainnya ditidur, nonton TV, kadang juga di panggil bosnya buat bersih-bersih Rumah dan
nyuci mobil. Jadi saya lebih banyak sendiri disini, tiap hari waktu saya
habiskan hanya untuk nonton TV, main facebook dan smsan sama tunangan yang ada
di desa.
Kerja saya disini sebagai tukang
gambar, sama jalanin mesin CNC kecil untuk pembuatan cetakan gantungan kunci
karet, semua job nanti bos saya yang nelfon, nanti saya yang ngerjain, karena
tempat kerja baru ku saya ditempat yang sangat terpencil, untuk sekedar cari
makan untuk berbuka dan sahur saya harus menempuh beberapa kilo untuk bisa
membeli lauknya, untuk ke masjid pun sama, tempatnya sangat jauh, makanya
jarang sekali saya ke majid untuk solat tarawih, tapi biasanya saya tarawih di Rumah sendiri.
Disini saya serba sendiri, mulai
berbuka puasa, solat tarawih dan sahur saya lakukan sendiri, kadang saya boring
dengan aktivitas saya yang monoton tapi saya harus sabar pasti ada hikmah
dibalik saya kerja disini. Rumah atau tempat kerja saya disini berukuran
kurang lebih 9 X 9 meter bersegi, didalamnya ada satu ruangan tapi ruangan
tersebut hanya untuk bos saya jika beliau datang kesini, saya hanya diberi satu
lembar kasur busa ukuran 50 x 120cm untuk bersitirahat disini dan tempat itulah
ruangan kerja saya dan tempat istirahat saya jika badan ini mulai lelah
berkerja seharian.
Karena sudah saya anggap menjadi Rumah sendiri, apapun yang saya lakukan disini seperti saya lakukan di Rumah,
contohnya saat sahur saya bangun dengan memakai sarung, kemudian abis sahur saya
solat tahajud, kemudian nonton tv sebentar sambil nunggu waktu subuh, setelah
waktu subuh tiba saya solat dan kemudian melanjutkan tidur sampai pagi. Setelah
bangun tidur saya langsung mandi kemudian pake sarung lagi untuk berkerja atau
kadang-kadang juga saya pake celana pendek untuk bekerja, karena disini tidak
ada aturan formal dalam bekerja, ya iyalah wong yang bekerja disini saya
sendiri.
Hari demi hari saya lalui disini
kadang-kadang membosankan, tapi mau gimana lagi, inilah pekerjaan saya sekarang
ini, saya harus semangat dalam bekerja, dibulan Ramadan yang penuh berkah ini
saya selalu memberi semangat kepada diri sendiri untuk selalu bersyukur dan
tidak mengeluh dengan apa yang saya alami saat ini, saya percaya suatu hari
nanti saya akan mendapatkan kerja yang lebih baik, biarkan ini saya jadikan
pengalaman indah dalam hidup saya, bekerja di pabrik yang sangat luas tapi yang
berkerja disini cuma saya sendiri.
Yang paling unik selama bekerja
disini yang sudah menjadi Rumah saya saat ini adalah saya tidak pernah
meninggalkan ruangan tidur saya yaitu di pojok ruangan dihimpin lemari kecil
dan TV kecil 14 in untuk menghibur saya saat saya lagi sepi sendiri, dan 2
notebook untuk bekerja, 24 jam saya tidak meninggalkan tempat tidur ini, kerja
yang main games di internet, nonton TV, ngerjain job harian, disini semua,
sampai-sampai kasur busa saya cekung gara-gara sering saya tempatin buat duduk
tiap hari. Untuk nya disini ada wifi gratis yang disediakan dari kantor untuk
kirim email dan dan download gambar jika bos minta desain baru, dengan adanya
hotspot disini, saya tidak kesulitan dalam mencari informasi, baik informasi
saat berbuka puasa, jadwal solat 5 waktu dan waktu sahur, teman satu-satunya
saya disini adalah internet yang bisa mengobati semua kesendirian ku disini
selama bulan suci Ramadan tahun ini.
Saat saya sangat kesepian saya
duduk sendiri di teras Rumah ku ini memandang langit dan burung sawah
yang sedang beterbangan kesana kemari, kadang saya sangat kangen dengan
keluarga yang ada di kampung halaman tapi apa daya uang tidak ada, saya harus
mengubur mimpi ku untuk pulang kampung, saat seperti itu saya hanya bisa
melihat foto keluarga aku, untuk sekedat mengobati rindu yang ada dalam hati,
saat puasa Ramadan petama kali, pingin banget saya pulang, untuk bisa berbuka
puasa bersama keluarga tapi apa daya belum ada uang untuk pergi kesana, hanya
sms yang bisa menyampaikan rindu ku ini ke keluarga ku di desa untuk sekedar
mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ibu dan bapak, semoga ibadahnya
selalu diberi kelancaran. Aamiin.
Inilah kisah hidupku saat Ramadan
tahun ini, semoga saya bisa selalu bersyukur dengan keadaanku dan kondisi kerja
ku saat ini, karena buat saya hidup adalah takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan
yang maha kuasa, saya sebagai hambanya saya hanya bisa menjalaninya dengan
sabar dan iklas, semoga kita selalu diberi petunjuk olehNya untuk menghadapi
berbagai ujian dalam kehidupan ini. Aamiin.
Twitter > Citizen6_ | RumahCom | rudy_si_bungsu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar